Rabu, 14 Januari 2009

Andai mereka mendengar..........



Andai mereka mendengar............

Memang tidak mudah menjabat pangkat di pemerintahan DKI Jakarta... harus menangani permasalahan dan intrik yang ada di Jakarta tercinta ini. Dari kasus seputar Ibu kota Negara maupun masalah internal kota sendiri, Jakarta..
Masalah seputar Ibu Kota Negara, sudah tentu dari pusat bisnis, pusat demo, pusat perekonomian bagi negara.. sedangkan masalah internal kota Jakarta sendiri dibilang tidaklah sedikit, namun BUANYAK... dari masalah kemacetan akibat semua perekonomian dan bisnis terkonsentrasi di kota ini, masalah tata kota yang selalu saja berdampak kepada masyarakat kecil yang beradu nasib di Jakarta, juga masalah yang selalu dan akan selalu dihadapi penduduk di Jakarta ini tiap tahunnya, yaitu banjir.

Dari telaah simpel yang bisa muncul dari pikiran seorang warga Jakarta yang awam ini, memanglah tidak mudah kalau harus dibayangkan seorang awam ini menjadi pejabat pemerintahan kota Jakarta yang “ruwet” dan penuh “masalah” didalam nya..
Tepuk tangan kecil patut diberikan... namun jangan senang dulu dengan tepukan itu, masih banyak yang perlu dibenahi oleh pejabat pemerintahan tentunya.. *abis diangkat tinggi, trus dibanting yah =P *

saya ingin menyoroti masalah yang selalu terjadi di beberapa tahun belakangan ini, ya, Banjir.. seperti nya daerah yang terkena banjir makin meluas dan sulit bagi pemerintah Jakarta ini untuk mengatasi dan menanganinya.. bukannya pesimis ataupun menganggap remeh kinerja Bapak dan Ibu pemda yah, tapi sampai sekarang realisasi dari pencegahan dan penanggulangannya pun blm terlihat nyata..
selain itu, kesadaran dari warga nya juga masih kurang dan tidak berusaha untuk mencegahnya juga, dengan tidak buang sampah sembarangan, sayangi lingkungan, menanam pohon dll.. hey, it takes two to tango!! Kita sebagai warga nda bisa sepenuhnya bersandar pada pemerintah dan pemerintah pun nda bisa hanya mengandalkan warganya yang menjaga kebersihan.. semuanya harus bergerak dan bertindak.......

Hal simpel yang bisa dilakukan warga, tentunya, buanglah sampah pada tempatnya, yaitu tong sampah, bukan got, bukan kali dan bukan jalanan.. sering bgt kita lihat ada sesuatu yang keluar dari kaca jendela mobil/angkutan dan dibiarkan jatuh/berterbangan diudara begitu saja... ini hal simpel yang perlu datang dari kesadaran tiap-tiap warga. Jika perubahan ini diawali oleh tiap warga, dan diikuti warga lain, maka dampaknya akan terasa bukan..

Dan saran saya untuk pejabat pemerintahan, saya tidak tahu persis ini ditujukan kepada level yang mana, lurah? RT? RW? Walikota? Yang penting pejabat yang berwenang mengurusi masalah Jakarta dan lingkungannya... masalah banjir ini..

Ide pembangunan Kanal memang bagus untuk menampung kelebihan air di Jakarta ini setiap tahunnya yang berakibat banjir *walaupun sampai sekarang blm juga rampung proyek nya*, ada hal lain yang saya rasa bisa jadi ide/solusi untuk menampung kelebihan air tersebut tanpa harus bergantung pada Kanal yang entah kapan selesainya, yaitu, pelebaran saluran got dimasing-masing wilayah tempat tinggal kita. Saluran got yang ada dipemukiman Jakarta, kebanyakan berukuran kecil dengan lebar tidak lebih dari 60 cm dan kedalamannya pun tergolong cetek/rendah.. kalau dianalisa kapasitas dari selokan yang ukurannya kecil tersebut hanyalah sedikit, bahkan sebelum datang hujanpun, air di selokan cenderung sudah penuh atau 80% penuh. Bagaimana kalau ada hujan deras? Bagaimana kalau ada banjir kiriman? Bisakah menampung air tambahan tersebut dengan space 20% ? tentu tidak kan?



Oleh karena itu, sebaiknya selokan-selokan yang ada didaerah rumah dapat diperluas dan diperdalam, supaya daya tampung airnya pun banyak dan banjir pun bisa diatasi/diminimalisasi. Yang tadinya banjir selutut, jadi berkurang menjadi semata kaki.

Cara ini sudah dilakukan disalah satu daerah dekat Kemenangan (Petak sembilan), ada 1 blok gang disana yang tiap tahun selalu banjir dan entah warganya atau RT/RW/Lurah nya yang inisiatif untuk merubah selokan yang tadinya kecil dan tidak dalam tersebut dengan selokan berpola beton dimana lebarnya sekitar 90cm dan kedalamannya pun hampir 1 meter. Awalnya cara ini sempat diragukan keefektifannya oleh warga sekitar, namun ternyata keraguan itu SALAH!!
Dahulu daerah itu selalu banjir hampir selutut, sekarang kedalaman banjirnya kurang dari semata kaki. Warga disana merasakan manfaat nya dan puas dengan cara tersebut.

Mungkin cara ini pun bisa diikuti oleh daerah-daerah banjir yang sadar selokan/tempat penampungan air dilingkungannya sangat minim dan perlu diperlebar. Banjir itu karena daya tampung air tidak sebanding dengan kapasitas air yang ada, sehingga luber lah air itu kejalan dan banjir. Kita tidak bisa hanya mengandalkan kali/sungai besar di lingkungan kita. Kalau selokan kita kecil, tidak bisa membantu sungai menampung air, selokan kita mampet, akan percuma jg kan........ kalau semua daerah dibenahi saluran airnya, pastilah banjir bisa diminimalisasi. Coba direnungkan ide ini.....

NB : Saya ingin daerah saya diperluas jg ukuran selokannya, kmn saya harus meminta? Saya ingin cara yang sudah berhasil di daerah Kemenangan itu, berhasil pula di daerah tempat tinggal saya...
Saya sudah muak melihat selokan yang kecil dan selalu penuh sebelum limpahan air itu datang.........................

pics courtesy : denmasdeni.wordpress.com


2 comments:

Johan Rusli mengatakan...

Wah topik yang hangat di musim hujan neh,:-D banjir itu tak hanya milik Jakarta sebagai ibukota, saya kira hampir setiap kota besar di Indonesia mengalami hal yang sama, cuman lantaran ibukota, jadinya lebih byk jadi sorotan. Bikin saluran yang lebih besar memang merupakan salah satu solusi yang bagus, kalo dimdn itu gotnya di korek tuh pas musim hujan begini, setidaknya bisa mengurangi tinggi genangan air, menurut gue salah satu solusi yang laen adalah membuat penghijauan di tengah kota, jadinya air bisa diserap oleh tanah, jgn gedung aja di setiap sudut, air tak ada tpt berlari, jadinya tergenang. Guenya pernah perhatikan tuh peta kota medan, tengah kotanya itu hampir semua dipenuhi rumah, tak ada ruang utk penghijauan. Gue bandingkan dgn peta kota singapore, sangat mudah ditemui daerah yang berwarna hijau yang bisa berupa lapangan hijau, hutan kota dan sebagainya.

Lily mengatakan...

Banjir langganan tiap tahun, semakin tahun semakin parah aja, lama2 jakarta tenggelam kaleee...

Koq pemerintahan kita kesannya cuek aja sih!!!!!.