Minggu, 29 Maret 2009

Hasil pantauan Earth Hour

Kemarin bertepatan Earth Hour day, gw dan ortu kudu keluar rumah untuk jenguk sodara yang melahirkan baby lucuuuuuu bgt... walaupun gw dan ortu tak dirumah, tapi kita sudah sepakat mau ikutan program ini, dan akan matikan lampu pas jam 20.30 - 21.30. krn adik dan Mba ada dirumah, jadi terpaksa hanya mereka yang bergelap gulita dirumah =P *semangat!!!*

kita berkelana di jalanan pas jam tersebut, arah balik dari Brawijaya hospital ke arah kota. selama perjalanan dari Sudirman ujung (tugu pembebasan irian barat) praktis semua lampu jalanan, jembatan penyebrangan *ini sedikit seram jg kl memang mo nyebrang yah, takut aksi-aksi yang tak diinginkan terjadi =(*, halte busway dan gedung dimatikan, kecuali FX yang masih cukup terang benderang =P sampai arah Karet, gw lihat gedung Wisma Metropolitan I, II dan WTC kontan semua lampu dimatikan *salute* even logo yang ada di gedung tersebut (Logo Metrodata, SUN, ABB, dll) dimatikan. nah..

sampai di dekan gedung Kyoei Prince, sayangnya kami terkena macet cukup panjang sampai ke bundaran HI. dan lagi-lagi sayang.. kami tak sempat melihat keadaan jalan thamrin yang sedang padam lampunya =( karena pas kami bermacet-macetan tak terasa sampai pukul 21.30 lewat mana terlihat arah HI mulai terang benderang lagi, lampu jalanan serentak menyala... huhu..... macet oh macet, gara2 banyaknya orang disekitar bundaran HI yang ingin berfoto ria disana, plus banyaknya kendaraan yang ingin kearah sampin hotel Nikko.

tapi puaslah hati pas lihat sepanjang sudirman, mayoritas ikut dan dukung gerakan Earth Hour ini...dan beberapa foto dari teman2 dapatkan dilapangan, mgkn bisa gw share disini.. thanks to Bonaaa (*http://www.kaskus.us/member.php?u=535524*)





Selain lampu jalanan, gedung, halte, jembatan penyebrangan, lampu-lampu di bangunan bersejarah seperti Monumen Nasional (Monas) dan di beberapa ciri khas kota Jakarta lainnya, seperti Patung Pemuda, Jembatan Semanggi, Bundaran HI, Air Mancur Arjuna Wiwaha dan tak terkecuali kantor gubernur balaikota ternyata juga ikut dipadamkan.

Dampak yang bisa dirasakan dari Earth Hour ini di Jakarta (info radio dari Balai Kota), antara lain :
1. Efisiensi 180MW (cukup untuk mengistirahatkan 1 pembangkit listrik dan menyalakan 900 desa) - pada awalnya diharapkan bisa berkurang sebesar 300MWaatt;
2. Mengurangi beban biaya listrik Jakarta sekitar Rp 200 juta;
3. Mengurangi emisi sekitar 284 ton CO2;
4. Menyelamatkan lebih dari 284 pohon;
5. Menghasilkan O2 untuk lebih dari 568 orang.

mudah-mudahan di gerakan earth hour mendatang, makin banyak yang berpartisipasi menyelamatkan bumi. kelihatannya sepele, tapi it works!!!

dan teman2 bisa lihat hasil jepretan warga Jakarta lainnya yang ikutan earth hour disini, banyak foto sesama pendukung Earth Hour Jakarta..

NB : tak satupun hasil jepretan gw, krn gw nyetir.. bisa dihajar bokap kl jepret sana jepret sini hahahaa...

2 comments:

Onik mengatakan...

senangnya ternyata banyak yg ikut berpartisipasi mematikan lampu dlm rangka earth hour kmrn... di rumah aku juga ikut bergelap ria sementara rumah2 tetangga masih terang benderang... mngkin mereka pikir aku gila :p

Priscilla mengatakan...

hahaha... yoi, ci.mgkn... banyak yang nda ikutan jg c disekitar rumah ternyata. dan disekitar kemang jg nda ada yang mattin lampu tuh, terang benderang abis ehehehe...