Minggu, 27 Desember 2009

Santa Maria de Fatima

Tampak luar Gereja Santa Maria de Fatima

(dengan patung singa disisi kanan dan kiri gereja)


My lovely church..Santa Maria de Fatima atau lebih dikenal dengan gereja Toasebio.
Sekilas gereja ini tampak seperti klenteng Budha, nuansa merah, emas kental sekali di bangunan bersejarah ini. Di depan pintu gerbang, ada batu mirip naga gitu tanda dilindungi dan memang dijaga keaslian dari bangunan jaman dulu nya yang memang klenteng.


Tampak luar Gereja Santa Maria de Fatima


Sekilas mengenai gereja ini, Arsitektur gereja ini unik karena sebenarnya sebelum menjadi gereja, bangunan ini merupakan kediaman dari seorang Luitenant der Chinezen bermarga Tjioe. Oleh karena itu gereja ini kental dengan arsitektur yang diperuntukkan bagi pejabat Tionghoa masa pemerintahan Hindia-Belanda, lengkap dengan struktur satu bangunan utama dan dua bangunan samping, ujung atap melengkung gaya ekor walet, dan kawalan dua singa batu di halaman depan. Banyak bagian berbau Tionghoa di gedung ini seperti inkripsi-inkripsi Tionghoa di bubungan atap, tempat untuk patung dewa, serta sketsel berwarna merah dan emas yang berada di depan pintu utama gereja dibiarkan seperti apa adanya oleh pihak gereja. Tidak diketahui secara jelas kapan dan bagaimana sejarah bangunan ini didirikan, hanya diketahui bahwa gedung ini dijual oleh pemiliknya setelah Tingkok dikuasai komunis pada tahun 1949.[1]


Gereja yang merupakan cagar budaya ini terdiri dari halaman parkir, Gua Maria, gerbang gereja (dh. merupakan gerbang masuk rumah), Ruang Umat (dh. merupakan halaman tengah sebelum masuk kerumah tengah), Ruang Panti Imam (dh. merupakan rumah tengah dan bertingkat), R. Rapat/Pertemuan/Pastoran (dh. Rumah samping), R Makan/Tidur Pastor (dh. Rumah Utama).


Gua Maria di halaman Gereja Santa Maria de Fatima

Suasana Tionghoa akan kental terasa sampai kedalam Gereja, baik dari interior mulai dari Altar, langit2 gereja, sampai ke tabernakel nya. Tanpa meninggalkan bangunan aslinya, semua yang dimiliki digunakan untuk melengkapi jalannya kegiatan misa di Gereja ini.


Ruangan gereja


Foto altar Gereja Santa Maria de Fatima


Tabernakel Gereja yang masih kental nuansa Tionghoa


Gw senang bisa mengenal gereja yang termasuk cagar budaya dan dilindungi ini, sejak gw kecil, dari mulai TK sampai sebesar sekarang ini. bangunan yang sangat unik dan khas sekali, dibanding gereja-gereja katolik lainnya. Dan yang tak kalah menariknya, semua Pastor yang ada di gereja ini adalah Pastor asing, alias bule. Pastor yang memimpin di Gereja ini adalah pastoran dari Fransiskus Xaverius dan rata-rata pastor yang ada sudah berumur alias tua, bayangkan saja, 2 pastor dari 4 pastor yang ada di gereja ini sudah merayakan perayaan imamatnya yang berumur 50 tahun, hhmmm... bisa tebak umur mereka berapa kan?!


Dan yang tak pernah bisa gw lupain ttg Gereja ini adalah kalau ada perayaan besar seperti Paskah, Natal dan perayaan besar Katolik lainnya, pastilah umat yang hadir ngebeludak alias banyak, sehingga ruang dalam Gereja takkan mampu menampungnya. Maka didirikanlah tenda2 dihalaman gereja untuk umat beribadah. Extra yang kami dapatkan kalau duduk dihalaman luar gereja untuk mengikuti misa adalah suara kendaraan yang melintas di depan Gereja, mulai dari motor, bajaj uuhhh sangat menggangu sekali deh.. misa jadi nda kusyuk rasanya =( Tapi terlepas dari itu, saya suka beribadah di gereja ini..


source gambar dan info :
http://kosong.blogsome.com/2007/06/03/gereja-santa-maria-de-fatima/
[1] http://www.kebondalem.com/index.php?page=com_item&id=29

http://lisasuroso.wordpress.com

http://lingkunganfelicitas.wordpress.com

http://www.panoramio.com/photo/25339957

http://www.jenzcorner.com/gallery/gerejafatima.jpg

3 comments:

stephanie mengatakan...

lucu ya gerejanya.. altarnya aja masih asli gitu :D

Priscilla Verblind mengatakan...

yoi, pHan..
semuanya serba merah n emas.. chinese abes dah hehe

Anonim mengatakan...

hehehe baru liat gw ada gereja model gini (kemana aja gw selama ini yach)... penasaran jadi pengen liat langsung.. ^_^v