Minggu, 26 September 2010

Yang katanya....

Yang katanya kampus bersertifikat ISO
Yang katanya mau jadi "world class university"
Ternyata...

Begini kronologisnya
tahun ini, jadwal pengumpulan proposal thesis yang sudah disetujui dosen pembimbing jatuh pada tanggal 20-24 September bulan ini dan sampai batas waktu pk.20.00 (saat LIM tutup). Satu temen gw, sebutkanlah A sudah mulai serahin proposal tersebut ke LIM (Layanan Informasi Mahasiswa) di kampus Anggrek. Keanehan mulai muncul saat itu, kebetulan kita (gw dan temen gw yang lain) nemenin A yang ingin kumpulin tersebut. Petugas LIM ntuh kebingungan dan terheran-heran pas A kumpulin proposal thesis di LIM, karena biasanya ke Sekretariat S2. Setelah jelasin panjang lebar, bahwa didalam pedoman dibilang kumpulin di LIM, barulah mereka mau terima.

Setelah dikumpulin, petugas itu malah nanya ke A, "hm... memangnya kriteria nya apa aja yang perlu di cek yah? Soalnya kita blm dikoordinasiin dari atas ttg ini". Akhirnya A langsung kasih softcopy buku pedomannya dan biarin petugasnya baca sendiri =D

Pengumpulan proposal thesis A, sudah lancar dan OK. kriteria yang ada di buku pedoman thesis lah yang dilihat oleh petugas LIM, dan itu pulalah yang dijadiin pegangan bagi semua mahasiswa angkatan gw (dari jurusan MMSI dan MMTI) untuk dilengkapi supaya bisa dikumpulin.



Dari tanggal 20-24 September pk. 18.00, semua proposal thesis dengan kriteria seperti buku pedoman berhasil LOLOS. Namun yang lucunya dalam periode 2 jam sebelum penutupan, mahasiswa yang mau serahin proposal thesis, disulitkan dengan perlunya tanda tangan persetujuan KAJUR yang perlu ada di buku bimbingan thesis. Ini hal yang aneh bin ngeselin. Lah... wong sebelum-sebelumnya nda ada masalah, dan nda dibilang juga di buku pedoman... Dan kenapa baru 2 jam sebelum penutupan, mau diterapin kalaupun memang mereka mau seperti itu? Petugas LIM keukeuh nda mau terima proposal thesis kita. makin lama makin banyak mahasiswa S2 dari berbagai jurusan dan angkatan yang ngantri untuk serahin proposalnya, dan semuanya pun mengalami hal yang sama TIDAK ADA TANDATANGAN PERSETUJUAN KAJUR di BUKU BIMBINGAN. Buku bimbingan itu hanya dikasih liat saja ke mereka dan buku ini tidak dikumpulkan berbarengan dengan proposal tersebut.

Sangat disayangkan respon dan reaksi dari petugas LIM, apalagi manager LIM yang terkesan meremehkan, tidak melihat kepanikan dan ke-chaos-an suasana di LIM saat itu. Hanya pernyataan dari petugas yang berkali-kali keluar masuk ruangan manager "Manager bilang tidak mau terima, Pak/Bu". Manager LIM sama sekali tidak mau keluar dan bilang langsung kepada kita.

Disuruh buat surat pernyataan, bahwa LIM tidak mau terima proposal kita, karena belum ada TTD Kajur, mereka tidak mau. Surat ini hanya sebagai pegangan bagi mahasiswa yang sedianya sudah kumpulin pada waktu yang tepat, bukan mahasiswa yang telah ngumpulin di batas waktu tersebut.

Sampai ada keributan di ruangan LIM dan salah satu mahasiswa cukup keras dan marah, mencari Manager LIM dan memaksanya untuk keluar, barulah manager LIM itu keluar dari ruangan yang nyaman mgkn didalam sana. Karena alasan LIM yang tidak masuk akal dan diterima kita. Kita hanya ingin proposal thesis kita diperlakukan sama dengan proposal mahasiswa lain yang sudah masuk dan sudah diterima mereka. Masalah TTD yang belum ada, toh mereka akan melakukan pengecekan juga kepada semua mahasiswa yang sudah diterima proposalnya. Manager itu cuma bilang, menurut Kajur, kalian nanti disuruh untuk menghadapnya hari Senin sebelum pk.17.00. Makin paniklah kita, maksudnya apa? proposal kita akan diterima atau tidak? Manager LIM hanya beri pernyataan "Nanti kalian bicarakan lagi dengan Kajur saat itu"

tanpa kejelasan diterima atau tidak....
Akhirnya kita terus kontak dengan Sekjur dan Sekjur yang baik hati itu mau datang ke Kampus untuk memberikan tandatangan (atas nama Kajur) kepada semua mahasiswa yang tidak mau diterima proposalnya oleh LIM, yang notabene semua mahasiswa lain yang sudah ngumpulin dan diterima LIM ga ada ttd kajur/sekjurnya juga gitu.

Singkat cerita, semua mahasiswa menunggu dengan maniez didalam ruangan LIM sampai pk.21.30 menunggu kedatangan SekJur, buku bimbingan kami di TTD dan petugas LIM menerima proposal kami. Terpaksa petugas LIM pun tidak pulang menunggu kita. Dan sepanjang pk.20.00 - malam, beberapa mahasiswa yang sudah kumpulin proposal thesis, ditelepon satu persatu oleh petugas LIM meminta agar hari Senin, mereka harus meminta TTD dari Kajur/Sekjur sebagai persyaratan yang harus dipenuhi.

Pelajaran yang didapat adalah kampus yang dikatakan prosedural dan manajemennya tampak rapi dan bagus sekalipun, masih akan ada bolongnya. tidak adanya sosialisasi tempat pengumpulan proposal thesis di LIM kepada petugas LIM, ini sudah terlihat BODO rasanya. Ditambah lagi, penerapan peraturan diakhir-akhir yang makin terlihat ANEH rasanya. Mau terlihat profesional dan terstruktur tapi diwaktu yang tidak tepat. Mau KPI LIM nya tidak tercoreng/jelek, toh uda jelek juga, sudah ada beberapa proposal yang lolos.

Masukkan buat "world class university wanna be", perbaiki tuh buku pedoman nya, biar nda ada misunderstanding lagi dan bagian LIM, cobalah terapin dulu tuh kata-kata Anda sendiri (Mba yang pakai kacamata, yang agak gempal badannya, maaf saya tidak ingat nama Anda) "hadepin semuanya dengan kepala dingin" pada diri Anda dulu. Wong kita lagi santai aja, ngadepinnya, dia yang mulai-mulai sewot, gimana ga pancing emosi kita jadinya.

Special thanks to our beloved Sekjur
Special thanks to the jutex and the judez (LIM staff)
Special thanks to "world class university wanna be"
Special thanks to Layong (yang sudah marah-marah panggil Manager LIM, sudah telepon Sekjur dan akhirnya berhasil)

-finish-

2 comments:

watch hellcats online mengatakan...

emang susah kalo dan ngerjain proposal kak

watch hellcats online

Cely mengatakan...

tenang, di sini juga arahnya mau jadi world class univ..ada juga kekurangannya hihihi....